Aku (belum) sepenuhnya mengenalmu

Mengkhawatirkan mu dalam setiap doaku adalah hal berat yang harus kusimpan,lagi-lagi berisak tangis dan memohon kepada TuhanApakah harus aku terus-terus merintih seperti ini ?
Menangisimu yang sedang asyik bercerita dan tertawa bersama dia di ujung telpon
Aku benar-benar seperti orang bodoh, yg tetap setia menunggumu bisa membalas pesan ku, bahkan sampai tertidur hingga terbangun lagi pun tak kunjung ada balasmu
Mencintaimu apa harus sesakit ini ? Sedangkan kamu dengan mudahnya membuka hati untuk orang baru yg bahkan tak perlu berjuang lagi
Tak cukupkah sabar ku ? Tak cukup kah rasa sayang ku ?
Aku benci dengan keadaanku saat ini, yg masih dengan bodohnya mencintaimu, yg masih dengan bodohnya mengkhawatirkan mu
Aku ingin menjadi sepertimu, menjadi orang yang asing dan tak peduli dengan keberadaan ku
Aku lelah, aku ingin bisa pergi
Tapi....
Aku tak bisa dan masih tak bisa
Setiap mendengar suaramu setiap menatapmu, aku masih merasakan hal yang sama
Tenang...
Aku selalu tenang bersamamu, disampingmu
Lagu yang sering kau nyanyikan "Tuhan memang satu kita yang tak sama" selalu membuat ku harus menitikan air mata
Kamu selalu membuatku merasa cinta dan sayang mu benar-benar untuk ku, tapi setiap aku mengingat "dia" pikiran ku benar-benar berubah.
Semoga kau memang benar-benar menyayangiku seperti yg pernah kau katakan, semoga "dia" tidak sepenuhnya menjadi pengganti ku di hatimu
(Dia : Sosok orang yg menyalahkan ku sebagai perusak nyatanya dia yg datang dengan instan nya dan tanpa rasa malu mengobrak-ngabrik semua yang telah susah payah kita susun secara perlahan)

Komentar

Postingan Populer