Untuk kamu, pria dengan tawa yang mampu menenangkan ku
Teruntuk kamu, sosok yang bertahun-tahun aku perjuangkan
Aku masih belum terlalu dewasa untuk mengatakan aku mencintaimu, yang aku tau hanya lah akan aku lakukan semua yang aku bisa untuk membuat mu bisa tersenyum ke arah ku
Apakah itu bisa ku sebut cinta ?
Bertahun-tahun aku hidup dengan seluruh perasaan dan kepercayaan yang telah aku berikan padamu, bahkan sempat ku relakan kamu hanya untuk tetap "membuat mu tersenyum ke arahku"
ku kalahkan semua ego, dan keinginan ku
Ku hapus keinginan ku untuk menjadi seperti sosok wanita pada umumnya, untuk membuat paham bahwa aku berusaha untuk mengerti akan keadaanmu
Dan akhirnya "kamu tersenyum ke arahku"
Senyum dan tawamu adalah segalanya untuk ku, entah sihir apa yang kau gunakan hingga saat melihat tawamu aku sudah merasa legah dan bahagia
Hampir setiap keributan berujung keinginanmu untuk aku pergi, aku tidak pergi, bagaimanapun keadaan kita tak pernah aku pergi
Sampai di satu keributan dimana aku mengetahui sesutau yang sudah lebih dari 1 tahun kamu rahasikan, aku hancur
Dalam beberapa kalimat kamu berhasil membuat ku hancur sehancur-hancurnya
Sesuai keinginanmu
Kamu berbalik bertanya apa yg harus kamu lakukan, sedangkan aku sendiri tidak tau apa yg harus aku lakukan saat ini
Karena bagian yg kamu hancurkan, sudah seutuhnya hancur
Aku masih belum terlalu dewasa untuk mengatakan aku mencintaimu, yang aku tau hanya lah akan aku lakukan semua yang aku bisa untuk membuat mu bisa tersenyum ke arah ku
Apakah itu bisa ku sebut cinta ?
Bertahun-tahun aku hidup dengan seluruh perasaan dan kepercayaan yang telah aku berikan padamu, bahkan sempat ku relakan kamu hanya untuk tetap "membuat mu tersenyum ke arahku"
ku kalahkan semua ego, dan keinginan ku
Ku hapus keinginan ku untuk menjadi seperti sosok wanita pada umumnya, untuk membuat paham bahwa aku berusaha untuk mengerti akan keadaanmu
Dan akhirnya "kamu tersenyum ke arahku"
Senyum dan tawamu adalah segalanya untuk ku, entah sihir apa yang kau gunakan hingga saat melihat tawamu aku sudah merasa legah dan bahagia
Hampir setiap keributan berujung keinginanmu untuk aku pergi, aku tidak pergi, bagaimanapun keadaan kita tak pernah aku pergi
Sampai di satu keributan dimana aku mengetahui sesutau yang sudah lebih dari 1 tahun kamu rahasikan, aku hancur
Dalam beberapa kalimat kamu berhasil membuat ku hancur sehancur-hancurnya
Sesuai keinginanmu
Kamu berbalik bertanya apa yg harus kamu lakukan, sedangkan aku sendiri tidak tau apa yg harus aku lakukan saat ini
Karena bagian yg kamu hancurkan, sudah seutuhnya hancur

Komentar
Posting Komentar